Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Apakah Anda pernah disarankan untuk makan atau minum antibiotik saat Anda sakit? Beberapa orang berpikir bahwa antibiotik adalah obat untuk semua penyakit, sementara yang lain lebih memilih untuk menghentikan pengobatan ketika tubuh sudah lebih baik. Bagaimana sebenarnya penggunaan antibiotik yang tepat dan benar? Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang antibiotik.

Kapan kita perlu minum antibiotik?

  • Bila infeksinya hanya bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik
  • Bila infeksinya bisa menyebar ke orang lain jika tidak segera diobati
  • Penggunaan antibiotik dapat mempercepat masa penyembuhan infeksi, seperti infeksi ginjal
  • Ketika infeksi berdampak, komplikasi menjadi lebih serius jika tidak segera ditangani seperti pneumonia

Efek samping antibiotik

Antibiotik mungkin dapat melawan infeksi bakteri, tetapi bukannya tanpa efek samping. Beberapa risiko yang mungkin Anda dapatkan setelah minum antibiotik meliputi:

  • Beberapa efek sampingnya antara lain diare, mual hingga muntah
  • Berpotensi mengembangkan infeksi lain
  • Beberapa antibiotik tertentu mempengaruhi alergi pada beberapa orang

Jenis Antibiotik

  • Antibiotik oral. Sebagian besar antibiotik termasuk jenis ini. Mereka datang dalam bentuk tablet, kapsul atau cairan. Antibiotik oral biasanya dirancang untuk melawan infeksi dengan efek ringan hingga sedang pada tubuh.
  • Antibiotik topikal. Biasanya antibiotik jenis ini berbentuk krim, lotion atau semprotan.
  • Injeksi antibiotik. Antibiotik suntik biasanya dirancang untuk melawan infeksi yang memiliki efek lebih serius pada tubuh dibandingkan jenis antibiotik lainnya.

Hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan saat minum antibiotik

Saat Anda menjalani pengobatan yang mengharuskan Anda minum antibiotik, ada hal-hal yang dapat dan tidak boleh Anda lakukan. Hal ini karena menurut Larissa May, seorang ahli pengobatan darurat, mengonsumsi antibiotik dapat membunuh beberapa bakteri tetapi kemudian meninggalkan beberapa bakteri resisten, yang kemudian tumbuh dan berkembang di dalam tubuh Anda. Berikut beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan saat menggunakan antibiotik:

  • Tidak menghabiskan obatnya. Jangan berhenti minum obat saat Anda sudah merasa jauh lebih baik. Ini mungkin membunuh bakteri, tapi hanya sedikit. Bakteri yang sudah kebal akan kembali dengan daya tahan yang lebih kuat, bahkan nanti bila penyakit yang sama kambuh lagi.
  • Ubah dosis dokter. Jangan mengurangi dosis yang telah diresepkan oleh dokter Anda. Antibiotik juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dua saat Anda lupa minum obat. Ini akan meningkatkan potensi antibiotik menjadi resisten, atau efek samping lain seperti sakit perut dan diare.
  • Bagikan antibiotik dengan orang lain. Ini justru akan menunda penyembuhan dan memicu kekebalan bakteri. Kebutuhan antibiotika seseorang bermacam-macam, jadi dosis antibiotika anda belum tentu sama dengan antibiotik orang lain.
  • Minum antibiotik untuk mencegah infeksi. Antibiotik tidak dapat mencegah infeksi. Jadi jangan berpikir untuk menggunakan antibiotik untuk menghindari infeksi.
  • Minum antibiotik untuk mengobati penyakit yang disebabkan virus. Antibiotik hanya bisa melawan bakteri, bukan virus.
  • Meninggalkan antibiotik untuk mengatasi nyeri di kemudian hari. Karena antibiotik harus diminum seluruhnya atau sesuai dengan dosis yang diresepkan dokter, meninggalkan antibiotik berarti belum memenuhi semua dosis yang dibutuhkan. Lagi pula, jika nanti sakit, Anda tetap perlu resep dan dosis baru, bukan sekadar melanjutkan pengobatan sebelumnya.
Baca:  4 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Membeli Obat

Jadi bagaimana? Apakah selama ini Anda menggunakan antibiotik dengan benar?

BACA JUGA:

  • Infeksi Virus dan Infeksi Bakteri, Bagaimana Membedakannya?
  • Resistensi Obat dalam Pengobatan Kanker Payudara
  • Mengapa Anda Harus Minum Antibiotik Sampai Akhir?

Pos Yang Tidak Harus Anda Lakukan Saat Mengkonsumsi Antibiotik muncul pertama kali di Hello Sehat.