Tegas! PGRI Tolak Rencana Pelajaran Sejarah Dihapuskan

Tegas! PGRI Tolak Rencana Pelajaran Sejarah Dihapuskan
Tangkapan layar dari Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Unifah Rosyidi. (Antara-Indriani)

Solopos.com, JAKARTA – Badan Eksekutif Guru & # 39; Asosiasi Republik Indonesia menolak keras penghapusan pelajaran sejarah di tingkat SMA dan SMK sebagaimana wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penolakan pelajaran Sejarah yang dihapuskan itu disampaikan Ketua PB PGRI Prof Unifah Rosyidi.

“Pelajaran sejarah sangat penting untuk pembentukan siswa yang berakhlak baik sesuai dengan jati diri bangsa, sesuai Pancasila dan UUD 1945,” kata Unifah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Ia menambahkan, pendidikan harus dimaknai dalam arti yang lebih luas, yaitu pendidikan yang memanusiakan manusia. Pendidikan yang mengutamakan penanaman budi pekerti yang baik, berkarakter sesuai jati diri bangsa, dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keragaman global, yang berakar pada sejarah dan budaya bangsa.

Ada Bukti Baru! Planet Venus dihuni oleh alien?

Menumbuhkan karakter yang baik meliputi kejujuran, disiplin, kesederhanaan, kerja keras, inisiatif, kemauan menerima pendapat orang, mau berbagi dan bersikap adil, salah satunya bisa didapatkan dari pelajaran sejarah, karena salah satu fungsi dari pelajaran sejarah adalah mengembangkan keteladanan dan karakter.

Unifah menjelaskan, sejarah berperan penting dalam membangun jati diri bangsa, mengembangkan ingatan kolektif sebagai bangsa, menumbuhkan inspirasi, kreativitas, dan menanamkan nasionalisme produktif.

Menteri mendesak

“PB PGRI meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mencermati penyederhanaan kurikulum 2013 dengan melibatkan pakar dan mendengarkan aspirasi berbagai pemangku kepentingan pendidikan,” pintanya.

Waspadai Bahagia Hipoksia dengan Virus Corona!

Unifah menambahkan, rencana penyederhanaan atau perubahan kurikulum 2013 yang digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang salah satu rumusannya di jenjang pendidikan SMA dan SMK akan menghapus pelajaran sejarah sehingga membuat banyak pihak resah dan khawatir.

Pelajaran sejarah memiliki kontribusi penting untuk memberikan pemahaman dan penanaman nilai-nilai perjalanan bangsa menuju generasi penerus, sehingga terbentuk karakter bangsa yang baik.

Baca:  Covid-19 Ditangani Luhut Pandjaitan, Ini Kata Mahfud MD soal Posisi Menkes

Jangan sampai generasi penerus melupakan jati diri dan jati diri bangsa, tambahnya.

KLIK dan SUKA untuk berita Solopo lainnya

Kantor pos! PGRI Tolak Rencana Pembelajaran Sejarah yang Dihapus muncul pertama kali di Solopos.com.