Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Jika Terkena Air Keras

Maraknya kasus penganiayaan oleh orang-orang yang tersiram air keras membuat kita selalu waspada setiap saat. Pasalnya, luka bakar akibat paparan bahan kimia seperti air sadah bisa menyebabkan kerusakan parah pada struktur jaringan kulit. Bahkan luka bakar ini dapat memengaruhi organ dalam Anda jika air sadah tertelan.

Air sadah sendiri merupakan istilah umum yang digunakan untuk zat yang bersifat iritan kuat. Air sadah bisa menjadi cairan yang sangat asam atau basa yang sangat mengiritasi sehingga dapat merusak kulit atau permukaan lain yang terbuka. Itulah mengapa sangat penting untuk melakukan pertolongan pertama yang benar dan benar ketika ada seseorang atau bahkan jika Anda terkena percikan air keras.

Beberapa contoh air sadah yang dapat ditemukan di sekitar kita adalah air aki dan pemutih pakaian. Hindari bahan-bahan ini agar tetap aman. Jika Anda bekerja dengan bahan ini, kenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu bot karet dan celemek.

Apa yang harus Anda lakukan saat terkena atau disiram air sadah?

Jika seseorang terkena cairan ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama agar kerusakan yang terjadi bisa diminimalisir.

1. Cuci luka dengan air mengalir

Saat Anda disiram dengan air sadah, Anda jangan panik! Sebisa mungkin tetap tenang dan perhatikan bagian tubuh mana yang terkena air sadah. Kemudian segera basuh area yang terkena dengan air mengalir selama 10 hingga 20 menit sebelum berobat ke rumah sakit, hal yang sama dilakukan jika air sadah masuk ke mata.

Jika sulit menemukan air mengalir, Anda bisa menggunakan air mineral kemasan untuk membasuh luka. Tujuannya untuk mendinginkan jaringan di sekitar kulit sehingga konsentrasi cairan yang menempel di kulit bisa berkurang. Selain itu, pastikan air yang mengalir tidak terlalu deras dan area yang direndam air sadah tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Namun perlu diperhatikan, ada beberapa jenis hard water yang TIDAK boleh bersentuhan langsung dengan air, yaitu cairan fenolik, dan unsur logam seperti natrium, kalium, kalsium oksida, magnesium, fosfor.

Baca:  5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

2. Lepaskan pakaian dan perhiasan

Tanggalkan semua yang terkontaminasi air sadah, seperti pakaian, perhiasan, atau benda lain yang sedang dikenakan. Tujuannya agar lebih mudah mengalirkan air ke area yang terkena air sadah.

3. Jangan gunakan es batu

Orang yang terkena air sadah umumnya akan merasakan sensasi kulit panas seperti terbakar. Meski begitu, tidak disarankan menggunakan atau menempelkan es batu pada area yang tersiram air sadah. Pasalnya, mengoleskan es justru akan memperburuk kerusakan kulit yang terkena paparan air sadah. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari penggunaan bahan yang menyebabkan luka semakin parah, salah satunya menggunakan salep antibiotik, krim, atau bahan berminyak seperti mentega pada area yang mengalami luka bakar.

4. Tutup luka dengan kain kasa steril

Bungkus area yang terkena air sadah dengan kain kasa steril atau kain bersih longgar – tidak tertutup rapat. Intinya adalah meminimalkan kontaminasi luka dengan zat lain yang menyebabkan luka semakin parah dalam perjalanan ke rumah sakit.

5. Cari pertolongan medis segera

Tergantung dari jenis cairan kimianya, namun bila kulit terkena air sadah sering kali akan menimbulkan kerusakan pada kulit yang menyebabkan bekas luka permanen.

Anda harus segera pergi ke rumah sakit jika:

  • Luka bakar lebih dari 5 sentimeter
  • Luka bakar ada di wajah, tangan, kaki, selangkangan, atau bokong
  • Luka bakar terjadi pada persendian vital, seperti lutut Anda
  • Nyeri tidak dapat dikendalikan dengan obat pereda nyeri
  • Korban mengalami tanda dan gejala syok seperti sesak napas, pusing, tekanan darah rendah, bahkan pingsan.

Itu sebabnya, setelah melakukan langkah pertolongan pertama, segera bawa korban ke rumah sakit untuk pertolongan medis lebih lanjut.

Postingan Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Jika Terkena Air Keras muncul pertama kali di Hello Sehat.