Gorong-Gorong Hilang, Petani Sragen Protes Pembangunan Jembatan Ganefo

Gorong-Gorong Hilang, Petani Sragen Protes Pembangunan Jembatan Ganefo
Jembatan Ganefo

Solopos.com, SRAGEN – Petani di Dusun Krejeng, Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen, memprotes pembangunan Jembatan Ganefo. Karena mereka bingung kehilangan gorong-gorong yang digunakan untuk membuang genangan air saat musim hujan.

Hilangnya gorong-gorong tersebut membuat air hujan tidak bisa dialirkan ke Sungai Bengawan Solo. Akibatnya, dua hektar lahan pertanian tergenang air saat hujan deras datang.

Bahkan, sebagian petani & # 39; tanaman membusuk setelah dua hari digenangi air hujan. Para petani kemudian melaporkan masalahnya ke Forum Masyarakat Sragen (Formas).

“Agar tanaman padi tetap hidup, sebagian petani harus bekerja keras membuang air dengan menggunakan mesin diesel. Dengan begitu, petani menjadi lebih boros tenaga dan mengeluarkan uang lebih banyak,” kata perwakilan Sragen Formas, Sri Wahono , untuk Solopos.com, Kamis (19/11/2020).

Ganti Rugi Tanah Yang Terkena Tol Jalan Tol Solo-Jogja di Colomadu Mulai Dibayar

Wahono menjelaskan, proyek pembangunan pondasi Jembatan Ganefo telah melepas gorong-gorong selebar sekitar dua meter. Gorong-gorong tersebut biasanya digunakan untuk membuang air ke Sungai Bengawan Solo saat musim hujan.

Ketika gorong-gorong tersebut hilang, otomatis air tidak bisa dialirkan ke Sungai Bengawan Solo hingga menggenangi persawahan.

“Selokannya hilang. Jadi lubangnya buntet. Sebelum proyek dimulai, sudah seharusnya ada diskusi dengan masyarakat setempat, khususnya petani. Namun, sejak awal tidak ada komunikasi antara kontraktor dan warga sekitar, ”ujarnya.

Suroto Sebut Petani di Sragen Bisa Panen 3 Kali Setahun, KTNA membantah

Setelah petani & # 39; Merasa frustasi, mereka menggelar aksi unjuk rasa di lokasi pembangunan Jembatan Ganefo pada Rabu (18/11/2020) sore. Mereka memprotes pelaksana proyek yang telah membongkar gorong-gorong yang digunakan untuk membuang air ke sungai Bengawan Solo.

“Saat ini sudah ada audiensi antara petani dan pelaksana proyek. Alhasil, kontraktor akan membangun gorong-gorong baru. Masyarakat juga berharap bisa dilibatkan dalam kegiatan proyek sebagai pekerja konstruksi,” kata Sri Wahono.

Baca:  Berharap Pembangunan Meningkat Pesat, Gapensi Solo Dukung Gibran-Teguh Di Pilkada 2020

Postingan Gorong-Gorong Hilang, Petani Sragen Protes Pembangunan Jembatan Ganefo muncul pertama kali di Solopos.com.