Buku Anak-Anak Bertema Gay Diperkenalkan, Publik Taiwan Heboh!

Buku Anak-Anak Bertema Gay Diperkenalkan, Publik Taiwan Heboh!
Ilustrasi pengenalan anak-anak LGBT. (Antara)

Solopos.com, TAIPEI – Buku anak-anak bertema gay Tentang dua pangeran jatuh cinta dan menikah memicu protes dari orang tua di Taiwan. Bagaimana tidak, buku itu masuk dalam program membaca yang didukung pemerintah.

Raja & Raja, aslinya diterbitkan dalam bahasa Belanda. Buku bertema gay yang sekarang beredar di Taiwan, berkisah tentang seorang pangeran muda yang diminta oleh ibunya untuk menikahi seorang putri tetapi kemudian jatuh cinta dengan pangeran lain.

Versi China dari buku itu ditambahkan ke daftar buku yang didistribusikan pemerintah bulan ini kepada siswa berusia enam dan tujuh tahun di Taiwan. Tahun lalu, negara itu menjadi tempat pertama di Asia yang mengizinkan pernikahan sesama jenis.

Calon Pilkada 2020 Positif Covid-19

Skema membaca adalah bagian dari program ekstrakurikuler yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan membaca, namun tidak wajib di sekolah. Meskipun demikian, langkah tersebut memicu protes di luar kementerian pendidikan minggu ini.

"Ini upaya pencucian otak. Pemerintah mencoba merongrong nilai-nilai pernikahan heteroseksual," tuduh Tseng Hsien-ying, presiden Koalisi untuk Kebahagiaan Generasi Berikutnya, sebuah kelompok yang menentang pernikahan sesama jenis.

Menarik

Kepada Thomson Reuters Foundation melalui telepon hari Jumat, dia meminta buku-buku bertema gay itu segera ditarik dari program resmi yang ditujukan untuk pelajar di Taiwan. "Ini membingungkan anak-anak kami," tegasnya.

Kementerian pendidikan Taiwan di media sosial bersikukuh tentang keputusan tersebut. Ia menyatakan bahwa buku tersebut akan membantu anak-anak untuk mengenali dan menghargai perbedaan. Buku itu juga diklaim bisa memajukan masyarakat yang beragam.

Pak Gojek Wajib Waspadai Aplikasi Baru Ini!

Kelompok advokasi LGBT +, Asosiasi Hotline Taiwan Tongzhi, menyerukan penerimaan buku tersebut. <kata mereka survei menunjukkan bahwa setengah dari orang-orang gay menyadari orientasi seksual mereka di tingkat sekolah dasar tetapi dipaksa untuk menyembunyikannya. "Kami tidak bisa begitu saja mengabaikan keberadaan pemuda LGBT +," kata badan amal yang berbasis di Taipei itu dalam sebuah pernyataan.

Baca:  Hari Ini Dalam Sejarah: 27 Agustus 1628, Kesultanan Mataram Menyerang Belanda di Batavia

Pernikahan sesama jenis dilegalkan di Taiwan pada pertengahan 2019. Keputusan itu diambil setelah parlemen yang mengatur dirinya sendiri di pulau itu mengeluarkan undang-undang bersejarah yang memperkuat reputasi Taiwan sebagai mercusuar liberalisme di Asia.

Meski begitu, kelompok konservatif secara sosial masih berpengaruh secara umum. Mereka yang menentang pernikahan sesama jenis mengatakan bahwa pernikahan semacam itu dapat menghancurkan institusi masyarakat dan keluarga.

KLIK dan SUKA untuk berita Solopo lainnya

Postingan Buku Anak-Anak Bertema Gay Diperkenalkan, Publik Taiwan Bodoh! muncul pertama kali di Solopos.com.