4 Kesalahan Finansial yang Dilakukan oleh Karyawan Bergaji Besar

4 Kesalahan Finansial yang Dilakukan oleh Karyawan Bergaji Besar

Anda tidak merasakannya, perjuangan karir anda akhirnya membuahkan hasil. Mungkin, Anda baru saja mendapat promosi pekerjaan? Atau apakah Anda telah dipercaya dengan file keramaian samping mana yang cukup menguntungkan? Bagaimanapun, gaji Anda semakin besar, bukan?

Seketika, daftar kebutuhan dan kebutuhan sehari-hari hingga keinginan pribadi mudah terwujud. Tapi, lambat laun, Anda bingung, kemana perginya uang sejumlah besar itu? Mengapa tidak ada aset atau dana yang tersisa?

Jika Anda mempertanyakan hal ini, Anda jelas membuat kesalahan keuangan dalam mengelola keuangan. Kira-kira, ada kesalahan Iya, apakah kamu sudah selesai

1. Kebiasaan berbelanja yang konsumtif

4 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan oleh Karyawan Gaji Tinggi

Anda pasti sudah familiar dengan pepatah yang mengatakan "pasak besar, bukan tiang. " Ironisnya, pepatah ini justru menggambarkan penerapan keuangan yang kerap terjadi dalam kehidupan seseorang ketika memperoleh penghasilan lebih.

Ketika jumlah gaji meningkat, pengeluaran juga meningkat. Bukan semata-mata karena kebutuhan hidup primer, tapi tidak perlu belanja konsumen. Akibatnya persentase pengeluaran pun meningkat tanpa menyisakan uang untuk ditabung.

Larutan:

Buat sistem penganggaran yang memilah skala prioritas dalam bentuk persentase. Kemudian, pastikan jumlah uang yang akan disimpan ditransfer langsung ke deposito, emas, atau tabungan saham. Baru baik, menghabiskan uang untuk berbelanja!

2. Keamanan finansial diabaikan

4 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan oleh Karyawan Gaji Tinggi

Siapa yang tidak heboh saat mendapatkan penghasilan yang lumayan? Sedikitnya bisa dua sampai tiga kali UMR, langsung bikin semangat ya? Namun, antusiasme ini bisa membuat seseorang terlena dalam kehidupan yang mewah.

Dampaknya, bila suatu kejadian atau penyakit kronis menimpa diri sendiri atau anggota keluarga, anggaran keuangan terancam. Pasalnya, belum ada keamanan finansial yang menjaga kondisi keuangan. Seiring berjalannya waktu, uang datang dan pergi.

Larutan:

Pastikan Anda menyisihkan uang untuk pendaftaran dan setoran asuransi bulanan atau BPJS. Tahukah kamu? Jumlah uang yang Anda setorkan akan berguna di kemudian hari. Tidak hanya untuk diri Anda sendiri tetapi juga untuk seluruh keluarga Anda.

Baca:  Cara Menyayangi Diri Yang Bikin Anda Disayangi Orang

3. Tidak ada dana darurat

4 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan oleh Karyawan Gaji Tinggi

Seperti yang telah dijelaskan pada poin 2, keamanan finansial sangat penting bagi Anda yang telah menerima gaji yang cukup besar. Namun, keamanan finansial tidak hanya berfokus pada asuransi, melainkan anggaran dana darurat.

Launching dari Finansialku, seorang ahli perencana keuangan bernama Melvin M. berpendapat bahwa tabungan untuk dana darurat harus mencapai 6-12 x pengeluaran, atau 9-12 x pengeluaran khusus untuk generasi sandwhich yang menghidupi keluarga.

Larutan:

Dalam proses penganggaran, pastikan Anda melalui proses menyisihkan uang untuk tabungan dana darurat. Jika Anda tidak terbiasa menabung, mulailah dari yang kecil dan bertahap. Tapi pastikan Anda melakukannya secara konsisten untuk masa depan Anda.

4. Menunda investasi

4 Kesalahan Keuangan yang Dilakukan oleh Karyawan Gaji Tinggi

Seperti kata pepatah, rumput tetangga terlihat lebih hijau. Tidak aneh sih kalian bertanya-tanya kenapa bisa beli aset mulai dari mobil sampai rumah? Mengapa saya yang sudah berpenghasilan besar masih belum menghasilkan aset?

Artinya, Anda masih di tempat. Anda hanya fokus pada kesenangan hari itu, seperti berbelanja secara konsumtif. Belum ada tindakan sedikit pun untuk memperhatikan kebahagiaan jangka panjang, seperti berinvestasi. Entah malas atau takut mencobaIya?

Larutan:

Setelah terbiasa dengan sistem penganggaran dan pastikan keuangan Anda aman, lakukan investasi keuntungan dalam bentuk uang, yaitu menginvestasikan sejumlah uang untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. Tapi, pastikan Anda mempelajari aturan main investasi terlebih dahulu. Misalnya berinvestasi dalam bentuk saham tabungan atau emas.

Bagaimana dengan Bela? Siap mulai mengelola keuangan Anda?